Tampilkan postingan dengan label Pengalamanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalamanku. Tampilkan semua postingan

UNDANGAN NIKAH

0 komentar
"lukman sakit, sekarang dirumah sakit. Di ruang tiga kali meter di atas tempat tidur lukman berbaring. Sebuah TV menemani”

Mungkin ada yang dikatakan Tuhan ya tole,” suara pak herman. “ini dari siapa?,”ia menunjuk sebuah buah yang tersusun. “yang ini dari siapa?,” menanyakan buah yang lain. “yang ini dari Erma, yang sebelah dari Ida anak pak lurah, pakne.” Lukman tidak diberi kesempatan untuk menjawab oleh ibunya.
Kamu sudah besar le, tahu mana yang harus dipilih jadi pendamping, harum sudah datang?.” Kalimat bapaknya yang terakhir terdenger semacam ejekan terhadap wanita pilihannya, “harum”.
“orang tua itu selalu berharap baik terhadap masa depan anaknya, begitu pula bapakmu ini,” pak herman jalan menuju meja mengambil dan meminum kopi kemudian melanjutkan kata-katanya lagi;.
"Tidak mungkin bapakmu ini merestui kamu pada orang yang masa depannya tak jelas. Bapakmu tidak ingin melihat kamu nanti hidup nelongso. Anak band itu masa depannya tidak jelas, liat aja artis2 sekarang selalu ganti2 pasangan dan melakukan hubungan tanpa nikah. Apa yang dapat diharapkan dari seorang pemain musik?, kamu aku kuliahkan itu biar punya pergaulan yang luas, malah masih berhubungan dengan itu itu aja. “ pak herman mengambil nafas, lukman tidak menyela, sudah biasa, dan tidah biasa, sudah semacam peraturan.
Hal yang patut disadari lukman adalah dia sudah dewasa. Bahkan untuk ukuran didesanya. Diusia ke dua puluh sembilan ini, tidak lain yang dibicarakan bapaknya hanyalah jodoh. Pilihan pertama yang ditawarkan bapaknya adalah kawin, pilihan kedua kawin, pilihan ketiga kawin.
Tapi ini harus disadari olehnya. Didesanya seumurnya sudah mempunyai anak dua bahkan tiga. Lagi pula dia anak pertama, masih lima adiknya yang menunggu giliran “perhatian. Artinya orang tuanya tidak hanya memikirkannya.
Penginnya bapak, kamu cepat mentas, jadi ayem kalau satu anak bapak sudah mentas, nanti giliran adik-adekmu. Jadi beban bapak berkurang. Ibumu juga ingin segera momong cucu.”
Lukman juga sadar, kalau selama ini dirinya menjadi beban. Dari kecil sampai besar memang dia belum pernah mendapatkan uang sendiri. Biaya sekolah dari SPP, seragam, sepatu, buku dan tetek bengek lainnya dari SD sampai kuliah semuanya dia minta dari bapaknya. Bapaknya pergi ke sawah; dia pergi kuliah. Maka dia berusaha menerima ketika dengan tidak sengaja bapaknya berucap bahwa dirinya sebagai beban.
Ada harum dikehidupannya. Wanita yang menjadi kekasihnya sejak lulus SMA dulu tidak menjadi pilihan bapaknya. Masalah masa depan menjadi alasan.
Sekarang ada Erma, dia pengajar didesanya yang sudah diangkat menjadi PNS. Sudah dua bulan ini rajin datang kerumahnya. Bapaknya lebih setuju kalau lukman dengannya.
Ada juga Ida, wanita yang pernah suka padanya tapi lukman lebih memilih harum yang menjadi kekasihnya.

Malam itu gerimis, namun ada bulan pasi dipojok langit. Sore tadi lukman tanpa sengaja mengajukan kesediaan Erma menjadi istrinya. Dua hari lagi Erma meminta waktu untuk memberi kepastian.
Semalaman lukman tidak bisa tidur memikirkan ini. “Gimana dengan harum pasti dia akan kecewa dengan keputusanku, semoga dia mengerti keadaanku”. Paginya ketika bapaknya sedang duduk diruang tamu menikmati hangat kopi, lukman mendekat duduk disebelahnya bermaksud menceritakan apa yang telah dikatakannya dan meminta kesediakan Erma menjadi istrinya. Dua hari lagi Erma minta waktu untuk memberi kepastian.
Mendengar cerita, pak herman mendadak riang, bungah seperti bocah. Belum pernah lukman melihat bapaknya sebahagia itu. Bapaknya lari menuju dapur kemudian kembali bersama ibunya.
“Duduklah sini bune” bapaknya mempersilahkan ibunya duduk disebelahnya, ibunya yang tidak tahu apa-apa hanya mlongo.
“Siapkan dirimu mendengarkan berita suka bune, anakmu ini kemarin sore telah melamar Erma untuk jadi istrinya.”
“Benar le?”lukman mengangguk.
“Bagaimana jawaban ibu guru?”
‘Besok sore bu, Erma mau jawab.”

Lukman diam, petir tak mau diam. Angin mengabarkan hujan. Dia mulai berfikir tentang masa depannya. Dia mulai searah dengan ucapan bapaknya, mungkin memang harum bukan pilihan. Bukan hanya urusan kaya-miskin, tapi banyak hal lain. Kapan lagi harus berbakti?
Lagi pula akhir-akhir ini dia sering bertengkar sama harum. Masalah-masalah kecil jadi pertengkaran. Haruskah dilanjutkan?.
Belum pernah lukman melihat orang tuanya sedemikian bahagia. Sampai mereka lupa menanyakan hubungan dia dengan harum. Sebenarnya lukman seneng juga melihat orang tuanya bahagia. Namun bukannya menikah itu hal yang sangat serius dan bukan main-main. Lukman tidak menolak kehadiran Erma, namun baru sedikit yang ia ketahui tentang Erma. Baru satu bulan kemarin dia mengenalnya. Bagaimana seandainya Erma menolak lamarannya. Ahh..tidak, dia tidak bisa banyangkan bagaimana hancurnya harapan dan impian orang tuanya.
Harum, lukman jadi ingat percakapan dengan harum beberapa setahun yang lalu. “Aku akan melamarmu menjadi istriku, menjadi teman hidupku.”
“Kapan?”
“Nanti kalau aku sudah siap”
“umur berapa kamu punya target menikah?,” lukman balik Tanya.
“Dua empat.”
“Sekarang kamu umur enam belas, delapan tahun lagi kalau aku sudah merasa layak menjadi suami, aku akan melamarmu, jangan jawab sekarang, jawablah delapan tahun yang akan datang. Karena semua itu berubah, perasaan juga begitu. Keadaan juga, delapan tahun waktu yang lama.”
Dikesempatan lain harum juga pernah cerita, bahwa suami-istri itu bukan saling memiliki. Sepeti hawa ditakdirkan Tuhan ke surga juga bukan sebagai milik adam. Hawa dihadirkan hanya untuk menemani adam di surga. Dan suami-istri itu bukan untuk saling memiliki tapi untuk saling menemani memuja keagungan-Nya. Karena manusia tidak punya hak untuk memiliki.
Harum juga pernah cerita tentang burung. Waktu itu harum cerita seperti ini:
“Kadang orang mencintai tapi menyiksa, seperti orang suka dengan burung, tetapi malah merampas kebebasan burung, memasukkannya dalam sangkar yang sempit. Kau paham maksudku bukan?”
Dan sekarang belum ada tiga tahun sejak percakapan itu.

“Silahkan duduk, aku sudah tahu apa yang ada dalam tasmu, undangan nikah bukan?” lukman hanya menunduk
“Maaf”
“Tidak perlu minta maaf, maaf untuk apa?, kamu mau minum apa?, teh, kopi, jus, jeruk, atau air putih?, adanya Cuma air putih.” Lukman tidak menjawab, harum masuk meninggalkan lukman diruang tamu dengan wajah menunduk.
Ketika harum keluar membawa minuman, kertas undangan sudah ada dimeja didepan kursi yang dihadapi harum.
“Aku akan usahakan datang, tapi sepertinya aku tidak bisa datang, aku tidak dapat melihat kau di pelaminan dengan orang lain. Aku bermimpi tentang tiga tahun ini, aku setia kepadamu dan lima tahun lagi kamu melamarku, kau menghancurkan mimpiku.”
Lukman gak bisa berkata-kata apa-apa dia hanya bisa mendengar ucapan harum.” Aku bukan semacam orang yang suka sama burung, aku juga tahu bahwa suami-istri itu bukan saling memiliki tapi hanya teman, dan berteman juga tidak harus jadi suami-istri.”
“Bawalah sapu tangan ini,” lukman keluar melalui pintu. Sampai sekitar lima puluh meter terdengar harum berteriak “FACK YOU”.
Lukman menghentikan langkah sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan lagi


Baca Selengkapnya..... - UNDANGAN NIKAH

Maafkan kesalahanku teman 2

0 komentar
dah pada gak sabaran ya.....( maaf baru bisa terusin ceritanya...tau sendirikan lebaran sibuknya gimana)
langsung di lanjut aja ya ceritanya........

--------------******--------------

kamipun masuk dalam kantor...akupun berbisik ma joko..
"jok...gimana entar kalau pak soleh(Bapak angkat hadi) tau..bila hadi tu q kerjain...q takut bila pak soleh marah"kataku berbisik
" santai aja Rum..buktinya pak soleh kan mau biayai sekolah hadi..jadi pak soleh tu orang baik2..dia pasti mengerti kesalahan kamu,..Rum"kata joko
kami pun langsug naik lantai 2
"mbak mau tanya nih ruang kerja Bapak soleh disebelah mana.?"kata joko pada pegawai kantor
"adek2 sudah ada janji" kata pegawai staf kantor
" udah mbak" kata ku
mbak tadipun langsung penghubungi atasannya tu,..
"adek2 telah ditunggu bapak,..diruangannya"kata pegawai itu
" dimana mbak ruang kerjanya" kata joko
" dari sini belok kiri pintu kedua dek" kata pegawai itu
" makasih mbak" kata joko
kami pun langsung aja menuju ruang yang telah ditunjukkan pada mbak tadi
sesampai di depan pintu elly menghentikan langkah kamu
"aku takut" kata elly
" akupun juga el..tapi kita harus berani menanggu semua resiko ini" kataku
"tapi.."kata elly,...sebelum elly selesai meneruskan kata2nya joko menghentikan pembicaraan kami
" ayo kita masuk...kita telah ditunggu nih ma pak soleh" kata joko
joko pengketuk pintu itu....
dari dalam terdengar suara " ya masuk"
kamipun membuka pintu itu....
"silahkan duduk..." kata orang yang ada di ruangan itu
kamipun duduk di ruangan itu, ternyata di dalam juga ada tamu ...terpaksa kamu menunngunya,. (cukup lama sih kami menunggu hampir 15 menit.. kami jadi pendengar setia..heheheheh).
---------********----------
"adek2 nih teman sekelasnya hadi ya" tanya pak soleh membuka pembicaraan
"ya om hanya saya yang beda kelas...gini om kami kemari mau minta maaf atas kesalah pahaman kami tentang hadi" kataku
"maksud adik..?"kata pak soleh
kamipun diam sesaat...karena kami gak bisa bicara..kami harus mulai dari mana
ternyata pak soleh tau perasaan kami yang lagi kacau
"ooo...ya..adek2 mau minum apa.."kata pak soleh
"makasih om.." jawab kami hampir bersamaan
pak soleh pun berdiri mengambil minuman yang ada di lemari minuman (namanya apa ya aku lupa ...wine cabinet ya...hehehehe). ia pun mengambil beberapa teh bolot untuk kami...." di minum dek.."kata pak soleh
"makasih om" kata joko
" adek2 nih namanya siapa..?" pak soleh
" maaf om kami lupa memperkenalkan diri...saya joko ...nih harum sama elly..om" kata joko sambil menunjuk elly dan aku
" maksud kami kemari mau meminta maaf pada om,.. atas kesalahan kamu kepada hadi" joko pun menceritakan semuanya kejadian itu
"oooo...gitu ya, emangnya hadi tu salah apa pada kalian kok sampai kalian tega sama hadi,..kalian tau berapa uang yang harus saya keluarkan tuk mengambil kendaraan yang jadi jaminan"kata pak soleh
"itu semua salah saya om, semua itu saya yang merencanakanya ..dan saya yang akan mengganti kerugian om" aku pun memberanikan tuk bicara.
"iya itu harus kalian ganti...sebelumnya om mau tau dulu kenapa kalian lakukan tu terhadap hadi"kata pak soleh memandang aku
aku meliat elly yang hampir menangis,
" saya kira hadi tu anak om"kataku
"kalau anak om apa pantas diperlakukan seperti tu.." kata pak soleh memandang saya
"gak..Om...."kataku
"terus..." kata Om soleh
akupun hampir menangis mendengar kata2 pak soleh..dalam hati aku bicara" kalau tahu bekini aku gak bakalan kemari, galak benar nih orang...tapi dah telanjur kesini"
"gini om." akupun mulai bercerita dari awal..ya termasuk kegiatan sekolah, kegiatan amal sampai rencana yang aku buat terhadap hadi
om soleh pun tersenyum meliat kelakuan kami
"maafkan kami om" setelah menyelesaikan ceritanya
"kalau boleh tau hadinya sekarang dimana om" kata joko
" besok sabtu,,,,, om mau jemput hadi di kampung....... kalian boleh ikut om kok" kata om soleh
"sabtu ada kegiatan sekolah..pulangnya agak sorean om" joko
"kalau gitu, minggu kalian bisa kan"om soleh menawarkan diri lagi
"ingsaallah kami bisa ikut om.....udah sore om kami pulang dulu" kata joko
"ya hati2 ya di jalan.." kata om soleh
----------*****---------
aku harus cari uang untuk mengganti uang om soleh,...uang tabunganku gak cukup..tuk pengganti uang itu..moga2 aja kakakku mau pinjimin uang kepadaku.
Hp berbunyi..menghentikan lamunanku...ooo, ternyata dari elly
"ada apa ell"kataku
"Rum kamu dah dapatkan uang tuk pengganti uang om soleh"kata elly dibalik telepon
"belum cukup uangnya.....?masih kurang dikit"kataku
"Rum aku cuma bisa kasih 500 ribu, maaf aku hanya bisa kasih itu aja"kata elly
"gak usah ell..., tu kan kesalahan aku, aku yang harus mengganti semuanya"
" gak Rum aku kan ikut juga merencanakan itu"kata elly dibalik telepon
" ya deh kalau kamu maksa aku terima" kataku
"Rum udah dulu ya..."elly
"makasih ya ell..."kataku
alhamdulillah...uangnya hampir terkumpul masih kurang 700ribu lagi....udah jam 10 malam kakakku kok belum pulang, akupun ketiduran sampai pagi...
----------*****---------
Didalam sekolah aku gak bisa tenang, nih dah hari Jum'at..tinggal 2 hari lagi..aku harus cari uang kemana lagi.... kakakku aja gak tau rimbanya( sialan lagi dibutuhkan pasti gak pernah keliatan...hehehehe..i love u....kak.....muahh....).
bel pulang sekolah dah bunyi...aku pun cepat2 pulang moga2 aja kakak ku ada dirumah.
sesampainya di gang yang menuju rumahku, ada suara yang gak asing ditelingaku. memanggilku.
Nih gak salah lagi pasti kak soufa ( kakak sepupuku..orang yang paling jahil se-dunia), akupun menghentikan laju kendaraanku dan menoleh kebelakang.
"tomben mau berhenti..Rum" kata kak soufa sambil senyum2
"berhenti salah gak berhenti salah lagi....hehehe..manggil2 kenapa kak?"kataku
"kakak mau pinjam sepeda motornya"kata kak soufa
"pakai aja kak"kataku
tiba2 tangan kak soufa pepegang jidat aku..
"gak panas....."kata kak soufa
"sialan datang2 doain aku sakit"kataku marah2
"heheheeheh...hari nih kamu aneh, Rum...lagi ada masalah ya..?"kata kak soufa
"gak ada....jadi gak nih sepedanya" kataku
"ya jadilah..mana kunci motornya"kak soufa
"nih.."kataku
"aku tinggal dulu ya..kamu pulang jalan kaki aja...hhehehehe.."kak soufa
"sialan aku disuruh jalan kali...dasarrrr....kakak gilaaaaaa!!!!!!"kataku memaki2 kakakku yang langsung melarikan sepeda motorku
-------------******------------
nyambung lagi ya...kalau da waktu aku janji deh di sambung lagi ceritanya
Baca Selengkapnya..... - Maafkan kesalahanku teman 2

Maafkan kesalahanku teman

0 komentar
Pagi itu, jam 03.15 WIB saya sudah bangun, Suasana terasa sangat tenang, dan damai. Selanjutnya mama memanggil saya.
“Harum buat minuman buat papa”
“sebentar lagi Ma…” jawabku (soalnya lagi online nih nanggung…heheheheh). Kemudian aku pun cepat2 ke dapur membuat minuman kopi kesukaan papaku walaupun masih malas-malasan berjalan ke dapur.
Sesampai didapur, mbak yuni sedang menyiapkan makan saur,..
“Mbak yuni kapan mau pulang kampung” kataku membuka pembicaraan
“ hari minggu dek …mbak pulang kampung” jawab mbak yuni
“Emangnya pacar mbak yang di Jakarta dah pulang kampung juga” kataku
“maksudnya mas hadi ya dek harum,…ya pasti udah to dek” kata mbak yuni
“Hadi ..” aku pun teringat sama temanku yang hamper masa depannya aku hancurkan
“kenapa nama hadi dek…pacar baru ya…?”kata mbak yuni
“Ga …” Kalau omongin cowok mbak yuni nih jagonya
Aku pun meninggalkan mbak yuni sendirian didapur setelah selesai membuat kopi kesukaan papa.
_________00000 _________
Aku mau cerita buat teman2 semoga ini bisa menjadi pelajaran buat kita. Hadi…………aku dah lupa nama panjangnya dia, dia adalah teman sekolah aku dulu. Waktu tu 4 tahun lalu atau tepatnya Gempa jogja.
Hadi ….tunggu sebentar, aku mau ngomong sesuatu sama kamu”.namun tiba-tiba,”maaf ya, saya lagi sibuk harus buru-buru pergi. Lain kali aja ngobrolnya.”
Ya itulah yang terjadi pada diri hadi setiap hari, selalu sibuk dan nggak pernah ada waktu. Aku sempat berpikir apakah hadi tu berkerja. Tapi segera aku hapus pikiran itu karena nggak mungkin anak orang kaya seperti itu kerja.
Di sekolah lagi ada acara social, ngumpulin dana untuk korban gempa di jogja. Semua teman-teman ikut menyumbangkan dananya, ya lumayanlah dana yang terkumpul dan kebetulan aku sebagai ketua kegiatan tu..(heheehe sombong dikit ah).
Tak lama kemudian hadi pun dating.
“Eh…itu dia hadi” kata elly
“ hadi….hadi …tunggu sebentar. Begini loh, kami lagi ngumpulin sumbangan buat korban gempa di jogja, kamu mau nyumbang nggak?..” kataku pada hadi
Tak lama kemudian hadi pun mengambil satu lembar uang dari kantongnya.
‘Maaf saya cuma punya uang segini.” Kata hadi sambil menyodorkan uang selembar Rp 20.000. kemudian hadi pun pergi terburu-buru, seperti biasanya.
“Huuuu..ah dasar cowok kaya, nyebelin banget sih..!!!” kataku
Haah …..aku kesel banget sama hadi.” Kata elly kesal
“ memangnya kenapa sih kalian, kok kayaknya kesel banget.” Kata joko
Gimana nggak kesal. Masa orang kaya seperti hadi, selalu ganti2 motor kadang bawa mobil bagus pas giliran dimintai dana buat sumbangan dia Cuma ngasih Rp 20.000. dasar orang kaya pelit, aku sumpahin dia jadi orang miskin hidup di jalanan.”kata elly kesal…akupun juga…
“Huuuss…kalau ngomong jangan sembarangan. Jangan dilihat dari besar kecilnya yang penting dia ikhlas.” Kata joko
Nggak bisa begitu dong, jok. Masa orang kaya seperti dia nyumbang Cuma segitu, pokoknya aku harus cari cara untuk ngasih pelajaran ke hadi.” Kata elly
“Aku punya rencana tuk pengerjain hadi” kataku
“Rencana apa rum” kata elly padaku
‘Lihat saja nanti yang jelas kita harus ngasih pelajaran sama orang kaya pelit itu” kataku
“Aku nggak ikut2 rencana kalian” kata joko..meninggalan kami
Keesok harinya aku dan elly sebarin undangan ke teman-teman kalau besok sabtu ada party di Inul Vista, termasuk hadi saya kasih undangan juga. Pada awalnya sih hadi menolak dengan alas an sibuklah, namun setelah aku bujuk-bujuk akhirnya mau juga.
Hari-hari yang dinanti-nanti telah tiba dan party pun dimulai. Satu demi satu teman-teman yang diundang berdatangan termasuk hadi, kemudian aku menyapa fajar dengan lembut.
“Welcome hadi….silakan menikmati party-nya.” Kata ku…menyambut hadi
Malam semakin larut dan sampailah pada akhir acara. Aku pun maju kedepan tuk menyampaikan kepada teman-teman.
“pada kesempatan ini aku sampaikan kepada teman-teman, kita harus ngucapin terima kasih sama hadi karena ini semua acara dan menanggung semua biayanya adalah hadi.” Kataku dengan keras.
Satu demi satu teman-teman beranjak meninggalkan Inul Vista termasuk aku dan elly, namun baru beberapa langkah tiba-tiba hadi memanggil.
“ Rum….harum tunggu…!!” kata hadi
Namun aku dan elly tak menghiraukannya pergi begitu saja dengan kepuasan hati.
Setelah kejadian tu hadi nggak pernah lagi keliatandi sekolah. Dan ini dah seminggu dia nggak masuk sekolah.
“Ell, kenapa ya sudah seminggu nih hadi nggak masuk sekolah”. Kataku pada elly
“Apa mungkin dia sakit” kata elly
“Mungkin juga iya. Eh gimana kalau kita kerumahnya siapa tahu hadi memang sakit.” Kata joko yang sejak tadi baca buku.
“OK, sepulang sekolah kita kerumahnya.” Kataku
Tak lama kemudian nggak terasa sudah sampai di depan rumahnya.
“permisi…”
“Iya, bisa saya bantu?”suara satpam dari balik pintu gerbang.
“Hadi nya ada pak?”
“ Oh…jadi kalian teman-temannya hadi, maaf ya adek-adek…hadi nya sudahn ggak kerja lagi di sini….” Kata Pak satpam.
“Apa kerja?. Bukannya hadi tu anak pemilik rumah ini pak?” Kataku
“Oh …bukan dek, hadi kerja di sini Cuma karena hadi tu pintar dan rajin jadi bos saya membiayai semua sekolahnya dek. Tapi sayangnya hadi malah menyalah gunakan kebaikan bos saya. Padahal hadi itu orangnya baik. Setiap sepulang sekolah hadi harus menjemput Non della di sekolah, dan sorenya menjumput bapak di kantor. Tapi entah kenapa tiba-tiba saja hadi menggadaikan mobil bos. Tapi setiap kali ditanya sama bos soal uang gadaimobil itu dipakai buat apa? Hadi hanya bilang dipakai buat traktir teman-temannya.” Kata pak satpam panjang lebar.
“jadi selama ini dia…?aku telah melakukan kesalahan besar” aku pun tak bisa berucap apa-apa lagi,
Aku dan elly gak bisa berbuat apa2 lagi karena berasaan kami kacau..
“pak satpam…boleh minta alamat kantor Bos bapak ..? kata joko.
“nunggu sebentar dek…..”. pak satpam masuk kedalam rumah
“Kita harus menemui bapak pemilik rumah ini” kata joko
“Buat apa ko”kata elly …yang sejak tadi coba menenangkan perasaan aku
“Kita harus ceritakan semuanya pada Bosnya hadi”kata joko
Hampir 15 menit kami menunggu pak satpam keluar dan mengasih kartu nama. “ adek-adek telah ditunggu bapak di kantor,.. nih alamatnya” kata pak satpam
Setelah menerima kartu nama tu…kamipun berpamitan
Kami pun langsung menuju alamat yg di tuju….
Sesampainya kami di pabrik…kmu Tanya pada pak satpam penjaga
“Maaf pak apakah nih alamat yang kami maksud” kata joko sambil mennunjukkan kertu nama
“ betul,…mas dan mbak2 ni temannya mas hadi ya..”kata pak satpam
“Iya pak” kata joko
“Kalian telah ditunggu bapak di kantor, mari ikut saya “ kata pak satpam
Kamipun mengikuti pak satpam…sesampainya kami didepan pintu kamupun dipersilahkan masuk oleh pak satpam…dan pak satpam kembali lagi ke pos depan
Bersambung dulu ya…dah cepek nih nulisnya
Baca Selengkapnya..... - Maafkan kesalahanku teman

Menjemput sahabat lama

0 komentar
Minggu lalu, aku dapet info, temen + guru gitarku akan bebas dari Lembaga Pemasyarakatan(LP). Setelah gak sengaja aku main dimana kota yang pernah aku tinggali tepatnya kota Pati. Aku pertemu sama sahabat2 lama aku…yang dulu pernah main musik bersama,
“kak Wera akan bebas lo rum” kata adekny wera
“Yang benar dia kan msih 2 bulan lagi” kataku
“Kak Wera dapat remisi”
“Kapan Wera bebas” kataku yang gak sabar mendpat berita yang membahagiaan
“Besok jam 12 siang” balas Fuad(dia tu pemain bass di band aku dulu)
“Kalau gitu besok kita sama2 kesana gimana” kataku
“Maaf nih aku gak bisa pergi bersama dangan kalian” topa (adek wera)
“Mengapa..???” hampir bersamaan kami menjawab
“Gak papa….”blas topa
“Kita besok naik apa kesana”kataku
“Santai aja….besok abangku keluar kota…mobilnya gak dibawa,,,kunci ma surat2 dah aku bawa ni” kata yono…”tapi bensinnya kalian ya…ma rokok aku” Kebiasaan lama si yono…sejak dulu gak pernah berubah..selalu gitu
“Gak sekalian sewa mobilnya” kataku dgn canda
“gak lah rum….aku kan Cuma minta rokok aja”
Hehehehehehehehe…..kamipun ketawa bersama
Gak, kebayang deh, udah hampir 1 tahun dapat bertemu lagi sama si Wera(dulu pernh aku tulis tentang dia di blog ni)…gimana ya sekarang si wera..gak sabar menunggu hari esok…Baru esok nya aku telp yono. memang agak lupa nomornya. Tapi akhirnya aku dapatkan nomornya.
“Gimana yon…mobilnya?? Dah siap lom”kataku
“Siap boss !!!!. bos mau dianterin kemana???….mau ajakin sarapan dulu ya”kata yono
Anak 1 ni gak pernah berubah sejak dulu…masih aja suka bercanda
“Jam berapa sekarang kok lom datang kamu yon….anak2 dah pada nunggu ni”..kataku dengan suara keras.
“Sabar dong kan lgi buat sarapan …bos sih gak mau buatin sarapan buat aku…15 menit lagi ya bos”kata yono
“gak 5 menit lagi…kalau gak nyampai disini…kita2 mau sewa kendaran lain” kataku
“Jangan gitu dong rum…entar yang kasih rokok aku siapa???…kalau kalian pakai mobil lain…hehehehe”kata yono..
“Ada gak kendaraannya ????”kataku
“iya iya ni dah dalam perjalanan” si yono
Hari itu juga secara gak sengaja aku ketemu mujib(dia mantan pacarnya wera, orang yang menjerumuskan wera dalam dunia norkoba).
“Boleh kah saya ikut dengan kalian” kata mujib
“Apa gak salah denger ni aku!!!” kata fuad dengan nada keras
“Kalian mungkin masih benci aku…jujur aja aku menyesal dan aku minta maaf atas perbuatan aku sama kalian” kata mujib dengan rasa bersalahnya
Gak di sangka2 fuad tiba2 memukul wajah wujib, dan si yono yang tiba pas pemukulan mujib..langsung ikut mengeroyok mujib. Aku, nia dan ayuk yang meliat kejadian tu…langsung aja memisahkan mereka… “Apa2an sih kalian” kataku
“Biar ku mampusin aja tu orang dah lama aku cari dia” kata yono
“Diakan dah minta maaf” kataku…walaupun aku juga ingin sekali memukulnya
“baik lah kalau kalian gak mau memaafkan aku..tapi aku mohon pada kalian bolehkah aku ikut…aku mohon sekali lagi….aku juga ingin jumput dia” kata mujib dengan bibir yang berdarah
“Buat apa kamu ketemu ma wera…mau kamu kasih wera barang2 setan itu lagi” kata fuad
“Demi Allah aku sudah tobat gak pernah pakai barang tu lagi” Mujib
“jangan pakai nama tuhan deh…didepanku…aku tau kamu gak bakalan tobat…!!” kata yono
“Udah2 kalian ni kenapa sih gak mau memaafkan dia…..”kataku…walaupun aku sendiri lom bisa memaafkan dia
“Makasih yah harum” kata mujib dengan wajah agak senang
“Kamu boleh ikut kami…jib!!!..” entah kenapa aku bisa mengijinkan dia ikut bersama kamu..tanpa persetujuan mereka
Aku liat wajah mereka yang gak suka akan keputusanku,…kamu akhirnya berangkat, di dalam kendaraan kamu gak saling bicara. Meski gak sempat ngobrol, tapi aku senang sekali karena bisa memperpanjang tali silaturahmi yang terputus.
Tiba2 yono menghentikan kendaraannya. “Kenapa lagi kamu yon”kataku
“Sarapan dulu perutku dah gak kuat”kata yono, Aku liat wajah yono yang masih kesal dengan keputusan aku.
Kami pun ahkirny turun dan menuju warung makan yang ada di penger jalan, karena aku dah sarapan di rumah bibi aku hanya pesan minuman aja. Dan aku sengaja duduk di samping yono.
“Yon kamu marah ma aku ya..???” kataku berbisik
“Mengapa kamu ijinkan dia di mobilku”kata yono
“Maafkan aku yon…beri kesempatan dia tuk berubah yon…aku rasa dia benar2 bertobat”kataku
“Kamu memaafkan dia rum….aku tau kamu rum…kamu gak bakalan memaafkan dia” kata yono dengan suara pelan..”
Aku hanya diam aja karena kata2 yono benar, aku gak bakalan bisa memaafkan dia dengan mudah setelah wera masuk penjara..tu karena dia…laki2 yang gak mau bertanggung jawab pemilikan barang tu.
“Kenapa kamu diam aja rum…jawab aku rum…apa kamu benar memaafkan dia..?” kata yono masih perbisik
“mengapa gak” jawabku…aku pun berbohong dengan perasaanku
“Kamu booong rum…tu bukan kamu…dah siang nih..kita berangkt lagi..”
Kamipun berangkat lagi…dan waktupun terulanglagi…didalam mobil kamipun hanya diam aja..
Akhirnya kami sampai juga depan LP Narkotika Nusakambangan Cilacap..jam menunjukkan 11.15 msih kurang 45 menit lagi aku bertemu sahabat ku..Wera. Kami pun harus sabar menunggunya didepan.
Awalnya aku agak ragu melihat Wera, dia lebih gemuk dari yang dulu, potongan rambutpun beda dulu panjang sekarang cepak seperti potongan rambut laki2,
“Assalamualaikum....!!kok gak di jawab” sapa wera…pada kami
“Waalaikumsalam..”hampir bersamaan kami menjawab
“Kalian memaafkan mas mujib ya..?” kata wera sambil mencium tangan mujib
Kok wera omong gitu…kami dibuat bingung oleh pertanyaan wera
“kami mau menikah” kata mujib
Ternyata selama ni Wera dah memaafkan mujib dan wera mau berkorban demi cintanya. Sebenarnya mujib juga menyerahkan diri…tapi si wera gak mau mujib masuk penjara. Terpaksa dia mengaku narkoba tu miliknya.
“Bibir mas mujib kenapa…kok berdarah” Tanya wera
“Oooo tadi kebentur pintu” kata mujib
Kamipun hanya bisa senyum2 aja setelah mendenger jawaban mujib…pa lagi setelah pandangan mujib pada yono ma fuad….
Tanpa sepengetahuan wera, yono ma fuad minta maaf sama mujib…kami pun akhirnya pulang. Dan didalam mobilpun gak seperti tadi, kamu pun bercanda seperti biasanya
Baca Selengkapnya..... - Menjemput sahabat lama

TANDA-TANDA KAMU JATUH CINTA..

0 komentar
Ada beberapa tanda-tanda umum kalo kamu sedang jatuh cinta. nih menurut pengalamanku kalo sedang jatuh cinta dan jawabannya adalah :

  1. Kamu meliat ada sesuatu yang berbeda dalam diri dia yang menarik untuk ditelusuri
  2. Merasa ada sesuatu yang menggelitik dari dalam diri kita
  3. Suka senyum-senyum atau ketawa-ketawa sendiri nggak jelas
  4. Suka curi-curi pandang kearah target
  5. Kalo dia lagi ngeliat kearah kita, jantung rasanya kayak mau copot
  6. Salah tingkah didepan dia
  7. nggak sadar suka mempermalukan diri sendiri
  8. berkeliaran didekat dia terusss
  9. Suka ngelamun
  10. Mengkhayal yang indah-indah tentang kamu dan dia
  11. Nggak nafsu makan
  12. mendadak jadi insomnia
  13. Isi diarymu seputar dia,, dia, dia, diaaaaa teruss
  14. sering dengerin lagu-lagu romantis(love)
  15. Berusaha tampil keren terus di depan dia
  16. seneng banget ramalan bintang
  17. Bentar-bentar ngaca
  18. Nyari tahu segalanya tentang dia termasuk No Hp nyokapnya
  19. Deketin sobatnya, buka akses langsung kedia
  20. Diam2 motret dia pake Hp terus kamu jadiin wallpaper
  21. Hobi nulis2 namanya di setiap lahan kosong yang bisa kamu coretin
  22. pelototin foto dia teruss
  23. jadi ja'im berat kalo di deket dia
  24. Kalo Dia negur, rasanya kayak kesetrum
  25. selalu pakai parfum
  26. nyimpenin SMS dari dia
  27. Setia nunggu dia nelpon meskipun dia nggak janji mau nelpon
  28. Sok jual mahal kalo dideketin, tapi kalo dia nggak ada kelabakan sendiri
  29. Meng-iya kan apapun maunya dia biarpun kamunya nggak suka
  30. Rela nyisihin uang jajan untuk beli hadiah ulangtahun dia
  31. nyari kertu valentine paling romantis buat dia
  32. selalu memuji segala hal tentang dia
  33. pura-pura minjem buka padahal kita nggak perlu buku itu
  34. rajin sms-in dia
  35. Beli buku psikologi tentang cinta dan dipraktekin satu2
  36. satu senyuman dari dia bikin kamu mengira-ngira seribu maknanya
  37. minjemin CD terbaru supaya kamu ada alasan buat ke rumah dia ngambil CD
  38. Pas ketemu mata sama dia muka serasa jadi kayak kepiting rebus
  39. Benar2 sedih kalo dia lagi nggak ada
  40. Saat baca artikel ini, kamu jadi teringat pada seseorang. Pertanda kamu benar-benar lagi jatuh cinta
Baca Selengkapnya..... - TANDA-TANDA KAMU JATUH CINTA..

Arti Sebuah Mimpi

1 komentar
Banyak sekali yang telah kualami beberapa minggu terakhir ini, masih dengan kesibukan sekolah yang segunung, membuat jari-jari ini seakan mati rasa, pikiran buntu, kepala cekot-cekot, badan pegel-pegel, hingga tak sempat rasanya hanya untuk sekedar menuliskannya lewat kata-kata. Seminggu cukup membuat tingkat stress
Alih-alih bisa tidur nyenyak, akhir-akhir ini malah insomnia y
ang melanda, gulang-guling kesana kemari tanpa bisa masuk ke alam mimpi yang nyaman. Sekalinya mimpi, mimpinya ketemu ma mbahuti(almarhum)...nenek yang menyayangi aku,...dan ni berturut2 sampai 3 kali
Temen-temen deket yang saya tanya, jawabannya macem-macem. Ada yang bilang, ”Itu cuma bunga tidur Rum, santai aja, nggak bakalan ada apa-apa”. Temen deket yang lain bilang, ”Hmm... gini aja, nanti kalo pas pulang sekolah, nyekar aja yah, biar tenang”. Trus ada juga yang bilang, ”Tenang Rum, itu artinya lo bakal dapet banyak rejeki”. Wuah, tambah banyak pendapat tambah bikin bingung deh, huffff……

Ngga terasa bel pulang sekolah telah berbunyi,.. karena masih kepikiran tentang mimpi aku, aku putuskan tuk jalan2 kesimpang lima entah kenapa kaki ni menuju toko buku Gramedia, dan ngga di sangka lagi..buku yang aku cari tentang arti sebuah mimpi..Udah gila ni otak percaya dengan hal gituan, tapi tetep aja buku arti mimpi aku beli, untuk memuaskan rasa penasaran. So, begitu saya buka, begini kata buku itu :
-- Jika bermimpi tentang keluarga yang sudah meninggal, secara tidak sadar Anda sedang merindukan mereka --
Tak terasa kumandang adzan magrib di sore ini telah terdengar, segera kubasuh wajah ini untuk segera menghadap-Nya. Yang kutahu hanya satu, hanya kepada-Nya lah semua masalah ini bisa teratasi. Duh Gusti, maafkan segala dosa hambamu ini….
Selesai sholat magrib dan berlanjut isya’, kusempatkan kaki ini untuk melangkah menuju meja makan untuk hanya sekedar pengganjal perut. Selesai makan malam....aku kembali ke kamarku dan ngga lupa membawa segelas es teh manis kesukaanku.
Laptop yang sejak tadi lom aku sentuh...aku nyalakan....dan aku tenggelam dalam dunia mayaku..

Buku itu akhirnya, saya bawa ke Sekolah. Temen yang liat dan kebetulan mereka semua termasuk makhluk yang saya tanya tentang arti mimpi saya berkomentar, ”Gila lo Rum, sampe beli buku erti sebuah mimpi segala. Segitu penasarannya ya??”.
(dalam hati saya bilang, he he ... emang aneh sih lihat saya beli buku yang ngga penting itu, tapi asli, saya penasaran berat. Nah, akan tambah aneh lagi kalo saya ke dukun kan? He he he.....)



Baca Selengkapnya..... - Arti Sebuah Mimpi

FOOTBALL

2 komentar
Aku tidak tau kapan tepatnya aku mulai suka bola, yg pasti dulu aku masih ingat sekali diwaktu aku masih sekolah khususnya SD aku suka banget main bola dan manjat pohan..hehehe, jika dipikir lagi wach cukup tomboy lah diri ini, hobby sekali memanjat pohon dan yg lebih seru lagi suka naik ke pohon mangga tetangga sebelah rumahku yg bener-bener pelit, emmm namanya juga masih anak-anak :) seru sekali aktifitas tersebut, belum lagi jatuh dari pohon dan yg paling parahnya lagi karena suka banget bermain bola ma berantem hingga kepala ini pernah bocor dan sampai detik ini masih ada bekas luka dan jahitan di kepala,..uhhh kalau ingat masa-masa kecilku yg penuh kenangan masa kanak-kana seruuuuuuuuu ^_^

Ketika kelas 3 SD aku sering pindah dari kota ke kota lain sampai aku menetap di kota kecil d jawa tengah tepatnya di pati waktu tu aku kelas 2 SMP, sejak tu aku mulai belajar main gitar ma anak punk asik juga sih kehidupan mereka yang penuh kehidupan bebas beda sekali dengan di kehidupanku d kota lain, kelas 3 SMP aku kembali lagi ke jakarta kota yang gak aku sukai, kalau dulu suka sekali memanjat pohon, makan mangga diatas pohon, main bola dan masih banyak sekali kenangan indah tersebut begitu dikota emmm :) mulai dech ganti permainan Digital yaitu PS 2. jika bermain bola kalau di jawa dilapangan bola, nih ni d jakarta sudah tidak bisa lagi’ :) ga ada tempat yg luas mana lagi waktu itu rumah kami depannya sudah langsung jalan raya. kelas 1 SMA kembali lagi ke tempat kelahiranku ke semarang sampai sekarang.

Dan Hobby bola ini terbawa sampai sekarang walaupun jarang sekali main, emmm bisa nya hanya mengikuti dan menjadi salah satu Fans Club Bola, kebetulan ajah di kotaku kan ada club PSIS semarang, mulai lah aku berburu aksesoris PSIS mulai kaos, topi, gantungan kunci dll...( tahun ni PSIS mengecewakan). Liverpool salah satu tim favoritku di liga inggris, Steven Gerrarddan, Fernando Torres dan Xabi Alonso. mereka adalah idola aku d liverpool bukan cuma tampang aja yang cakep, permainan bolanya juga.

Sekeluarga sih sebetulnya suka bola kecuali nyokap, dan setiap aku ketahuan bermain bola pasti nyokap marah...."kamu ni kalau d kasih nasihat gak pernah didengerin ya.." kata nyokap kalau lagi marah....hehehe. I love U Mother ” Muachhhhhhhhh”
Baca Selengkapnya..... - FOOTBALL

Jatuh Dari Motor

3 komentar
Pantai adalah salah satu tempat wisata favoritku, tapi anehnya selama aku di Semarang ini, udah hampir 5 tahun, baru 4 kali ke pantai marina. Tapi kali ini aku pengen cerita pengalamanku yang terakhir di pantai marina. Aku bersama 4 orang temanku, jadi 5 orang dengan aku. Tadinya gak kepikiran mau ke pantai, tapi karena pada pengen ya sudah kita berangkat kesana. Waktu itu udah sore dan gerimis. Dasar anak muda jaman sekarang, hehehe, udah tahu mau hujan tetep aja nekat.

Pantai marina ternyata bagus waktu sore, kalian kapan2 harus coba kesana. Apalagi pas matahari terbenam..hmmm…bagus and indah banget. Pantainya juga bersih dan gak banyak pengunjung, jadi bisa bebas mau ngapain aja, hehe.

Pantainya gak terlalu besar tapi punya keistimewaan sendiri. Ini pengalaman yang bener2 seru. Banyak hal yang dilakukan disana bareng2. Lari-larian lah, foto yang gak jelas tapi narzis lah, ah pokoknya seru.

Pulangnya ada kejadian yang gak akan aku lupain. Karena sorenya habis hujan, jadi jalanan agak licin. Kita pulang sekitar jam 6 sore lebih. Ya ampun gelepnya minta ampun Ortu bisa marah nih. Dasar kita pada nekat. Pas tikungan dekat rumah warga, aku bersama elly kehilangan keseimbangan karena jalannya sedikit berlimpur. Motor oleng dan akhirnya kami berdua jatuh diatas rumput di penggir jalan. Pfuhh…sukur deh gak jatuh di aspal, gak sakit sama sekali sih, cuma malu aja pulang2 diliatin orang dikira, “ ni orang habis main lumpur dimana” hehe. Eh, sampai rumah mama marah besar katanya”habis berantem ya,…kamu tu cewek”.

“Gak ma harum habis jatuh dari motor” jawb ku
Wajah mamaku pun berubah jadi gak marah lagi”jatuh dimana..?? anak mama gak apa2 kan….” Tanya mama ku.
“Gak apa-apa ma cuma luka kecil aja” jawabku
“Dah sana mandi dulu…mama cari obat merah buat luka kamu”

Aku cuma pengen kasih saran buat temen nih..kalau mau ke pantai kalian harus cari waktu yang bagus, jangan pas hujan, mendung atau kemaleman, dan yang utama hati2 juga berdoa. Oke…



Baca Selengkapnya..... - Jatuh Dari Motor

Ngamen

1 komentar
Waktu nongkrong, teman punya ide agak gila yaitu ‘ngamen’. Sebenarnya mereka bukan sedang mencari dana atau lagi butuh dana, mereka cuma pengen ngerasaain yang namanya ngamen tuh kya apa sih?? Langsung aja mereka mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari personil baik penyanyi dan pemusiknya, sampai siapa yang bertugas mengumpulkan uang dari orang-orang.

Kebetulan salah satu teman ada yang bawa mobil, jadi mereka bisa berangkat bareng2. Eh pas nyampe di tujuan, semua pada bingung. Soalnya di luar dugaan. Banyak banget yang datang. Hahaha. Pada langsung ciut gitu. Tapi tetep lah…nekat !!!!
Mereka mulai nyanyi di beberapa pengunjung yang lagi membeli sarapan. Tiba2 ada seorang yang mendekati kami, dia bilang: “kalian di sini ngamen, ngamen koq bawa mobil??!!”.
“Mangnya kenapa mas”, jawab temanku pipit.
Maaf mbak mobil APV tu milik mbak kan!. Tanya orang tadi
“Iya..”.
‘Mobil kalian menghalangi jalan keluar…’. Kata orang itu
Ternyata orang tadi adalah juru pakir di rumah makan ini.
Sepontan pengunjung yang lagi makan meliat kami dan salah satu pengunjung berkata.’Gak mampu beli bensin ya mbak’
Beh dari situ semua pada Malu and gak mau nyanyi/ngamen lagi… Hahaha. Gak apa2,,yang penting kan udah pernah ngerasain gimana sih rasanya ngamen, walau cuma dpet duit sedikit….hehehe…..



Baca Selengkapnya..... - Ngamen

Tiga Setengah Gram Shabu-shabu

1 komentar

Sehabis pulang dari sekolah, tiba-tiba aku dikejutkan oleh dering telepon. Kudengar isak tangis di seberang sana. Ia berkata, “rum, wera dibawa polisi….”. Hah? Wera? Yah, Wera adalah orang yang sangat dekat denganku. Dia adalah Guru gitarku dan sahabatku. wera yang selalu ceria dan humoris. Wera yang selalu menghiburku, dan Wera yang selalu berbagi makanan denganku.

Akupun bertanya-tanya, kenapa Wera dibawa polisi. Sebagai tersangka, atau sekedar saksi? Melihat dia-yang-menelponku terisak, aku semakin yakin bahwa Wera terlibat suatu kasus kejahatan atau apalah itu. Dia-yang-menelponku berkata, “tiga setengah gram shabu-shabu ditemukan di kamarnya semalam. Dia digrebek saat pesta shabu shabu di rumah, Elex….”.

Seketika aku lunglai dan tak mampu berkata-kata. Lidah ini terasa kelu mendengarnya. Wera memang pernah terlibat kasus yang sama. Bahkan Wera pernah berurusan dengan polisi karena norkoba. Karena polisi gak bisa menunjukkan bukti werapun bebas. Ini adalah kali kedua aku mendengar berita penahanan Wera.


Esoknya kulihat di Metro TV, SCTV, TransTV, wajahnya menghiasi berita pagi itu. Tertunduk lesu sambil berusaha menutupi wajahnya dengan koran, Wera menjawab satu per satu pertanyaan dari polisi. Aku tau Wera pasti malu, teramat sangat. Ah, maafkan aku Wera… Aku belum bisa menjengukmu. Ujian ini harus segera kuselesaikan, setelah itu barulah aku akan menemuimu.

Beberapa hari kemudian, aku memutuskan untuk menjenguk Wera, bersama beberapa orang terdekatnya. Matanya berkaca-kaca saat bertemu denganku. Wera meminta maaf, dan dia berusaha memelukku namun ia enggan. Wera hanya merangkul bahuku sambil berusaha tersenyum. Wajahnya lusuh, dia terlihat lebih kurus dan kusam.

Apa yang kau lakukan berhari-hari mendekam di Lembaga Permasyarakatan ini, Wera? Ia mulai bercerita, bahwa kamar mandi di dalam sel itu begitu kotor, bau dan berlumut. Airnya keruh dan membuat badannya gatal-gatal. Kamar mandi itu tanpa pintu! Dia harus makan, tidur, buang air, mandi dan merenung di satu tempat. Bahkan ia harus bangun di pagi hari untuk berolahraga bersama napi lain. Ah, itu bukan kebiasaanmu, Wera.

Air mata mulai membasahi sungai pipiku tatkala mendengar ceritanya. Aku tak ingin Wera melihatku menangis. Aku tak ingin kesedihanku ini menambah rasa bersalahnya. Biarlah kupendam kesedihan ini. Kuusap air mataku, dan kuganti dengan senyuman terindah. Kuceritakan segala hal yang membuatnya tersenyum. Aku tau ia tersenyum dalam paksaan, dalam hatinya ia masih sedih dan terluka. Ah, Wera… Maafkan aku. Aku memang bukan yang terbaik.

Sejak itu, setiap minggu aku selalu menjenguknya. Jika aku tak sempat, aku hanya menitipkan kue, gorengan, baju baru dan beberapa camilan lainnya melalui sipir. Wera berkata bahwa tak semua titipanku jatuh ke tangannya. Sipir-sipir itu terkadang mengambilnya untuk keperluan pribadinya. Terkadang aku harus menyelipkan makanan-makanan itu ke dalam baju-baju yang kubungkus koran, sambil menitipkan sebungkus rokok untuk para sipir. Hidup di penjara begitu susah.

Beberapa kali Wera menjalani persidangan, hingga akhirnya hakim menjatuhkan vonis 2 tahun penjara dikurangi masa percobaan. Itu artinya, sisa masa penahanan Wera adalah 1 tahun 7 bulan dan Wera bisa mengajukan bebas bersyarat ketika ia berhasil menjalani masa tahanannya.
Hari demi hari dijalaninya dengan begitu berat. Bahkan Wera harus membantu salah satu temannya untuk berjualan nasi bungkus disana, demi mencari kesibukan. Sangat sulit untuk mencari kesibukan di penjara, katanya. Hanya itu satu-satunya yang bisa dilakukannya, selain menjual pulsa, mie instant dan rokok. Begitulah hidup para napi, saling berjualan dengan cara barter (beberapa tetap menggunakan uang). Tak sedikit pula napi yang saling adu kekuatan tatkala salah seorang napi terjerat hutang dan tak mampu membayar pada napi lainnya. Siksaan tak hanya datang dari napi. Para sipirpun terkadang menyiksa mereka. Hanya karena kancing baju yang lepas, celana yang belum diresleting, kurang senyum pada sipir, tidak berbagi rokok pada sipir, itu semua bisa membuat mereka menerima pukulan dari para sipir.

Untunglah Wera bisa menerima keadaan, dan Wera semakin mendekatkan diri pada Tuhan. Aku suka cara itu, Wera! Aku tak menyangka bahwa Wera bisa menjadikan ini semua sebagai pembelajaran diri. Dan ketika ia diungsikan ke LP Narkotika Nusakambangan Cilacap, ia tetap teguh pada keinginannya untuk bebas.

Ah Wera, aku tau betapa menderitanya dirimu.
Baca Selengkapnya..... - Tiga Setengah Gram Shabu-shabu

Kak Kamal

0 komentar
Hari menjelang malam. Setelah sholat maghrib dan selesai makan malam bersama keluarga, aku langsung pergi ke kamar. Sebenarnya banyak sekali tugas akhir-akhir ini. Tapi entah kenapa aku malas sekali untuk mengerjakannya. Baru jam tujuh lebih lima menit WIB. Aku segera beranjak dan duduk di depan komputer. Dinyalakannya yahoo messenger untuk segera sign in. Dia pasti sudah ol. Ya..ada seorang teman chat yang ingin aku temui.

"Assalamualaikum......" sapa seseorang di seberang sana, begitu bekitu aku on line. Aku tersenyum.
"Darimana saja...aku sudah nunggu lho dari tadi," katanya lagi.
"Selesai sholat maghrib aku makan malam dulu bareng keluarga," jawabku
"Kamu sudah makan?" tanyaku.
"Sudah harum....." sahutnya. Harum adalah nama yang aku gunakan untuk ID ku.
"Aku makan Soto Betawi".
"Wah kamu sudah benar-benar kayak orang betawi ya," ledek ku.
"Ha..ha..nggaklah harum, pas kebetulan aja ada. Oh ya..harum Apakah kamu sudah siap?"
"Apa .."
"Kemarin kamu bilang ingin belajar buat blog."
"Oh iya tentu saja," jawab ku.
Cowok itu bernama Kak Kamal pemuda asal Semarang yang bekerja dan tinggal di Jakarta. Aku mengenalnya waktu ada kegiatan Ramadhan di masjid, Kak kamal adalah salah satu kakak pembimbing kegiatan itu. Sebenarnya aku tidak terlalu suka chat, aku lebih suka browsing jika main net. Karena menurutku chat lebih banyak membuang waktu saja.
Tapi entah kenapa, ketika aku sedang iseng chat tanpa sengaja bertemu dengan kak kamal. Meskipun awalnya kami tak mengetahuinya.
"Aku dulu tinggal di semarang," kata cowok itu suatu ketika. Mendengar kata semarang rasa ingin tahuku menjadi besar. "Benarkah."
"Iya benar!"
"Aku Asli sana."
"Semarangnya mana…?" tanyaku.
++++++++++
"Apakah nih foto kamu"
"iya ..kak"jawabku
"Sepertinya aku kenal kamu Rum". Lalu cowok itu pun bercerita panjang lebar tentang dirinya. Tentang tutor yg diberikan pada kegiatan Ramadhan. Mendengar uraian kak kamal membuat aku kembali kemasa kecilku.
"kamukan gadis kecil yang cenggeng," jelas kak kamal.
"Jadi nih kak kamal yang galak itu" komentar ku
"Iya untung aja aku ke jakarta. Kalau aku masih di semarang, harum pasti membalas ku."
"Ya gak lah?" kataku . "Itukan semua salahku"
" Jika pulang nanti, harum minta apa …???."tutur kak kamal.
" Hi..hi..aku rasa kak kamal udah gak kenal aku lagi, aku kan gak anak kecil yang kakak kenal dulu," canda ku.
" Oh ya jadi gak suka nangis lagi ya?"
" Hi…hi …kakak nih berubah ya…gak galak lagi"
++++++++
Sejak perkenalan kami yang pertama itu, hampir setiap malam kami chat. Aku seperti mempunyai hobbi baru. Sesuatu yang dulu aku enggan lakukan dan hindari, kini malah membuatku keranjingan. Berkomunikasi dengan seorang teman lewat chat ternyata menyenangkan juga. Kak kamal ternyata teman yang menyenangkan untuk di ajak bicara. Dari cowok itulah Aku tahu banyak tentang computer
++++++++
Pak guru masih menerangkan mata pelajaran kimia. Meskipun waktu yang tersisa tinggal lima belas menit lagi, tapi buat Aku terasa membosankan. Apalagi ini mata pelajaran yang menurutku paling susah. Sebentar-bentar lihat jam di pergelangan tanganku, jarum jam terasa begitu lambat berjalan.

" Ssst...kenapa?" tanya Wina teman di sebelahku. " Lagi dapet ya?" tanyanya lagi. Aku menggeleng.
" Tapi dari tadi kuperhatikan posisi duduk kamu selalu berubah-ubah, kayak cacing kepanasan," ujar Wina heran. Aku tersenyum lebar mendengar komentar temanku ini. Bersamaan dengan itu gurupun mengakhiri mata pelajaran dengan memberikan tugas di rumah. Huh! akhirnya........batinku merasa lega.

"Harum!" langkahku terhenti ketika seseorang memanggilku. Sesosok pemuda tampan dengan senyum khasnya yang menggoda.
" Aku tunggu dari tadi, akhirnya muncul juga," kata pemuda itu lagi.
" Eh Kak soufa, bikin kaget saja,"
" Mau kemana sih dek, kok kelihatannya terburu-buru," ujar kak soufa, kakak sepupuku" Ah nggak kok," jawabku berkelit.
" Kalau begitu ikut aku yuk!" ajak pemuda itu sambil menarik tanganku.
" Kemana?"
" Ikut aja, nanti kamu juga bakalan tau kok."
" Tapi...aku nggak bisa sekarang kak." kataku. " Aku lagi terburu-buru."
" Kamu bilang...."
" Iya iya, maaf...sebenarnya aku lagi terburu-buru sih," potongku sebelum kak soufa meneruskan kalimatnya.
" Ada apa memangnya?" tanya cowok itu. " Apakah ada sesuatu yang sangat penting?"
" Nggak penting-penting amat sih," ujarku. " Tapi ya begitulah." Kak soufa tertawa lebar hingga bahunya yang bidang terlihat terguncang.
" Kamu itu penuh dengan teka-teki, bikin penasaran aja," katanya.
" Tapi aku bukan teka-teki silang," timpal ku.
" Iya dek kamu memang bukan TTS kok. Mau kemana sih aku ikut ya."
" Jangan! Nggak usah!" cegah ku keberatan. Kak soufa mengernyitkan dahinya. Rasa penasarannya semakin besar.
" Aku tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku, benarkan? meskipun tidak kau bolehkan aku tetap akan mengikutimu," kata kak soufa sambil tersenyum lebar. Aduuh kalau sudah begini aku tidak bisa menghindar lagi, aku tahu benar sifat kak soufa.
" Hmmm..baik, tapi janji.... Jangan banyak tanya dan komentar oke?" kak soufa tertawa penuh kemenangan.

Wernet gaul penuh dengan pengunjung, hampir saja aku dan kak soufa tidak kebagian tempat. Maklum jika siang net ini memang selalu ramai. Apalagi tempatnya yang tidak jauh dari lokasi Sekolah.

" Tumben nih siang-siang gini ke net, mau nyari tugas?" tanya kak soufa heran.
" Aku bilang jangan komentar," sahutku. kak soufa tertawa.
" Siang gadis kecil" sapa kak kamal di seberang sana ketikaku on line.
" Kamu ke sini cuma mau chat, Rum?" tanya kak soufa ingin tahu.
" Ssst..." Aku menempelkan telunjukku di bibir karena aku gak mau di ganggu.
" Baru pulang sekolah ya rum," ujar kak kamal di sana.
" iya kak kamal," jawabku.”boleh liat webcam kakak”
" Silahkan...kamu bisa langsung lihat di my webcam," tutur cowok itu. Aku mengklik view my webcam yang ada di daftar list YM, setelah menunggu beberapa saat barulah terlihat.
" Bagaimana?" tanya kak kamal.
Aku terheran-heran. Maklum saja 5 tahun gak pernah ketemu meskipun hanya lewat cam.
" Kak Kamal aku sama kak Soufa, …?" kataku.
" He..he..kenapa harum bawa pengawal segala" ledek kak Kamal. " Sekarang gimana kabarnya kakakmu harum,"
" Maaf ya harum, aku nggak bisa lama-lama masih banyak pekerjaan."
" Tidak apa-apa kak kamal, justru aku yang mau minta maaf karena sudah mengganggu waktu kerjamu, kak. “
" Nanti malam kita sambung lagi ya dek.."
" Iya...nanti malam," sahutku sebelum obrolan kami selesai.

" kamu tadi cting sama siapa dek. Kelihatannya akrab sekali," kata kak soufa setelah kami keluar dari net gaul.
" Pacar baru ya," ujar kak soufa lagi. Akupun tersenyum
" Tadi itu kak kamal teman kakak dulu."
" Kenapa kamu gak bilang tadi?" tanya kak soufa penuh selidik.
" Iya...itu karena aku ingin belajar buat blog sama kak kamal," ucapku
" Sampai segitunya. Apa aku gak bisa ajarin kamu buat blog?" tanya kak soufa serius. Kali ini pertanyaannya terdengar lain di telingaku.
" Ilmu kakak kan pas2an..?"candaku “aduuhhh”dicubit tanganku
" Nggak pa-pa. kalau ada sesuatu gak sah tanya lagi sama ...aku, tanya aja sama kamal"
" Apa..!" aku kaget, sebelum akhirnya tertawa lebar sehingga orang-orang disekitar menoleh ke arahnya.
" Gak adekku aku cuma bercanda ..?"sambil kepalaku dibelainya
" Gimana kabarnya kamal dek…,??udah lama nih aku gak ketemu sama dia" kata kak soufa sesampainya di rumah
" Kak kamal baik2 aja kak.Cuma dia kelihatan kurusan"
" Apa? Kuruss…"
" Iya ," jawabku
" Emang dia kurus sejak dulu"
" Tapi nih lebih kurusan kak, seperti orang yang banyak pikiran, kak" kataku penuh gelisah melihat keadaan kak kamal. Terus terang saja ku merasa ada sesuatu masalah sama kehidupan kak kamal…

Aku tengah memeriksa beberapa email yang masuk. Ada lima surat yang masuk ke alamat emailku. Empat diantaranya hanya email yang berisi tentang iklan, sementara yang satunya lagi........dari kak Kamal. Segera saja aku membacanya.

Harum apa kabar?
Lama nggak ketemu sama adek, rasanya kangeeeeen. Oh ya aku sudah kembali ke Semarang. Senangnya bisa berkumpul lagi dengan keluarga. Tapi...aku lagi sedih nih, istriku masuk rumah sakit. Mungkin karena kecapean kali ya, kata dokter harus banyak istirahat.

Padahal aku sudah kepingin banget lho mengajakmu makan malam sama istriku. Biar kamu tahu rasanya masakan istriku yang enak. Dan aku juga punya sesuatu buat kamu. Maaf ya.....cantik.

Kamal.

Aku tersenyum membaca surat itu. Hampir dua minggu ini aku memang vakum dari dunia maya, karena terlalu banyak kegiatan di sekolah. Belum lagi persiapan untuk menghadapi ujian semester. Sejurus kemudian aku mengajak kak soufa main kerumah kak kamal yang ada disemarang sesampainya di rumah kak kamal ternyata dia udah kembali ke jakarta.
Baca Selengkapnya..... - Kak Kamal

Bang Ridho

0 komentar
ya Bang Ridho.... Walau usia kami terpaut jauh namun persahabatan kami lebih dari persahabatan kebanyakan orang. Aku mengenalnya saat aku sedang menunggu angkot di pertigaan pasar 5 bulan yang lalu. Entah siapa yang mulai percakapan, kami mengobrol hingga kami merasa banyak kecocokan satu sama lain. Yang saya tahu dia adalah salah satu Preman yang terkenal kejam dan ditakuti oleh banyak pedagang di pasar itu. Anehnya aku sama sekali tidak merasa takut dan biasa saja menganggapnya. Ia mendapat julukan Bang Rambo sebelum kami sepakat mengganti namanya dengan nama Bang Ridho. Ia sama sekali tidak marah bahkan sangat senang saat aku pilihkan nama itu untuknya.
Cerita sengkatnya begini, setelah pertemuan itu, hampir tiap kali kami bertemu di pertigaan itu, pastilah kami sempatkan untuk bercerita; mengenai kehidupan, musik hingga agama. Ia pun bercerita mengenai awal mula mengapa dan kapan ia menjadi Preman pasar hingga ditakuti banyak orang. Tiap kali ia mengakhiri cerita ia selalu berkata hal yang sama. “ Aku ingin berubah dan menjalani kehidupan yang sewajarnya seperti kebanyakan orang.” Ia juga pernah memintaku untuk mengajarinya sholat dan mengaji. Satu hal lagi tiap hari ia selalu menitipkan padaku sejumlah uang, katanya untuk dimasukan dalam kotak amal. Aku selalu mengajaknya untuk ikut sholat berjama’ah di masjid, namun ia hanya berkata “ saya masih kotor de belum pantas masuk masjid.”.
Udah 3 hari aku gak pernah liat dia lagi, aku beranikan diri bertanya sama temannya sesama preman pasar (takut juga sih tanya sama preman). Akupun menuju tempat biasa para preman kumpul, aroma minuman keras tercium setelah aku tiba di tempat yang aku tuju, rasa takut datang lagi tapi rasa ingin tahuku sama bang ridho cukup besar. “Bang tahu bang rambu gak”tanyaku.
Semua preman memandangku ”adek yang bernama harum” kata salah satu preman padaku
“iiiiya…bang” jawabku
“nih ada surat buat adek dari bang Rambo” salah satu preman menghampiriku dan menyerahkan surat kepadaku
Akupun cepat2 pulang setelah aku mengucapkan terima kasih pada preman itu. Sesampainya di rumah akupun cepat2 menuju kamarku, akupun gak sabar tuk baca surat dari bang ridho
Dek harum…
Maaf .......ya abang gak bilang2 sama adek dulu. Kalau abang mau pergi,....
.......
Abang pergi setelah ada sahabat abang yang dari pesantren mengajak abang untuk menuntun ilmu agama di jawa timur tepatnya di tebuiring.
Makasih ya.... dek, karena adek belum tentu abang mau belajar mengenal agama lagi dan selama abang kenal adek, abang sadar bahwa kehidupan abang nih salah…..
########
Kalau bang ridho baca tulisan nih….bahwa abang adalah salah satu sahabat terbaikku
Baca Selengkapnya..... - Bang Ridho

Nasib Si Udin (anak Jalanan)

0 komentar
anak jalanan
Bagi kita, remaja yang memiliki orang tua berkecukupan, tentu kehidupan ini bisa dilalui dengan indah. Apalagi yang bisa mengecap ?nikmatnya? bangku sekolah. Selain bisa mendapatkan pendidikan sebagai bekal masa depan, kita juga bisa merasakan romantika remaja di sekolahan. Kata sebagian orang sih, nantinya kenangan yang paling dikenang adalah masa-masa indah di sekolah.

Namun bagaimana mereka yang tidak bisa mengenyam kehidupan yang menyenangkan seperti remaja lain? Padahal di sekeliling kita begitu banyak remaja yang orang tuanya tak mampu, bahkan tidak punya sama sekali. Seperti Udin misalnya, seorang anak jalanan yang ditemui di dekat masjid, belum lama ini. Cowok berusia 16 tahun ini adalah potret sisi lain kehidupan remaja masa kini yang benar-benar berbeda.


Hari-hari Udin lebih banyak dihabiskan di jalanan. Tak ada waktu untuk ikut meramaikan kegiatan remaja di anjungan Pantai Marina maupun tempat hiburan lainnya. Apalagi untuk shopping dan berburu pakaian model terbaru. Udin juga tak melanjutkan sekolah sbelum tamat SD. Alasan ekonomi katanya.


Karena itu, Udin pun terjun ke dunia kerja. Waktunya tersita untuk bekerja dan mengumpulkan rupiah. Tak Ada warna-warni kehidupan remaja masa kini di dirinya. Matanya nanar ketika menceritakan itu.


Nah, adakah teman-teman remaja peduli akan kehidupan yang dilakoni Udin? Ataukah remaja masa kini hanya hura-hura aja.


?Iya juga sih kalau dipikir-pikir. Ternyata ada juga anak muda di luar sana yang tidak seberuntung kita. Ketika kita sedang asyik bercanda ria dengan teman-teman di sekolah, mereka malah sibuk di jalanan mencari uang untuk sekadar makan,? komen Agus, siswa kelas XII IPS-1 SMA Futuhiyyah Mranggen, setelah berpikir sejenak.


Maka menurut cowok yang tengah giat-giatnya belajar jelang ujian nasional ini, remaja yang lain harusnya lebih peduli. ? tapi jangan terlalu larut dong. Kalau perlu kita harus ikut memikirkan nasib teman-teman kita yang kurang beruntung itu. Yah, seperti mengadakan bakti sosial lewat OSIS misalnya,? Kata Agus.

Komen senada datang dari Hadi. Menurut cowok dari MAN 1 Semarang ini, sudah saatnya remaja mulai ikut berpikir mengenai kehidupan sosial. ?Karena kita ini masih berusia remaja, yah sepertinya kehidupan anak muda jalanan seperti itulah yang harus kita pikirkan. Cobalah membantu,? kata siswa kelas XI-2 ini.

Namun Hadi tidak bisa merinci bentuk bantuan dan kepedulian yang bagaimana yang harus dilakukan untuk remaja seperti Udin. Tapi maklumlah, kalau pun Hadi tahu, belum tentu dia mampu mewujudkannya. Nah kalau begitu, anak-anak jalanan seperti Udin tanggung jawab siapa dong? Mereka tentu tidak bisa ?ditelantarkan? begitu saja. Ya gak, tampaknya harus ada yang turun tangan nih.



Baca Selengkapnya..... - Nasib Si Udin (anak Jalanan)

Nenekku

0 komentar
Usia boleh tua tapi urusan kekocakan dan keseksian nenekku nih 'juaranya'. Lihat dech foto ini
yang mengungkapkan betapa lucunya nenekku. Mungkin dengan cara ini nenekku ingin menjaga agar semangat hidupnya tetap berkobar, tidak termakan usia.
Baca Selengkapnya..... - Nenekku

Assalammualaikum wr..wb..

0 komentar
Hiiii smua...
salam kenal aja..
aKu ne tuan Rumah disini
Jadi buat tamu2ku yang merasa krg nyaman atw ada kekurangan atw mungkin ingin memuji
silahkan di comment aja...

atw silahkan email aq di..
ginaharum@yahoo.com
ginaharum@gmail.com

Baca Selengkapnya..... - Assalammualaikum wr..wb..

My Biografi

0 komentar

Sebenernya malez banget buat biografi diri sendiri, biasalah…pasti dibilangnya promosi lagi..??? heeehhee..,Ya ga salah juga sih..memperkenalkan diri sendiri, belajar PD katanya…hehehhee..
Ok..dimulai aza ya..!!!

Assalammualaikum wr..wb..
Aq tuh berasal keluarga yang sederhana…, Aq tuh anak ke 2, yang merupakan anak satu2nya cew, lahir pada tanggal 1 Januari 1993, (jadi zodiaknya Capricorn tuh!!,J) dilahirkan di Kota, Jawa Tengah. Teruzz..pada tahun 1998 langsung masuk yang namanya Sekolah Dasar,, nah waktu SD pernah ikut Pramuka loch!!!, walaupun ikut2n doang ga ngerti maksudnya apaann??hehehhee, itu juga cuman bentar..soale dah kelas 5 pas mau kenaekan kelas 6, Ok lanjut!! pas lulus..tahun 2004 dengan danem yang memang biasa n dikatagorikan pas-pasan..akhirnya masuk juga ke SMP, walaupun bukan sekolah dalam katagori hebat dan masuk nominasi, tapi syukur alhamdulilah masuk masih bisa sekolah, hehhee…., tapi bangga banget sekolah distu..disiplin n banyak banget fasilitas yang diberikan..maklum waktu pas zaman baru masuk..kebagian gedung baru, yang lumayan bagus lah..!!!!hehheee…jadi banyak enaknya..!!semua serba baru…, n alhamdulilah juga sekolah itu dapet nominasi sekolah Model..maksudnya bukan model di catwalk..tapi sekolah Contoh…untuk sekolah2 lainnya, Bangga juga sih, sebagai alumni…hehehee, O ya zaman SMP dulu pernah or lumayan aktif di kegiatan PMR, cita-cita mau jadi dokter.., hehehe…sedih nya..L, Lulus pada tahun 2006 dengan danem yang pas-pasan juga!!!,hehhee.. tapi tetep dung bersyukur alhamdulilah..tetep dapet negri, ya walaupun masih dalam kontekx lumayan lah..J akhirnya masuk juga ke SMUN …, nah disini aq juga lumayan aktif di KIR ( Karya Ilmiah Remaja) walaupun cuman sebagai anggota..hehee.., tapi termasuk rajin Loch!!.(walah..3x ngaku dewek..hehheheee..) Ok..!!,

So…segitu aja dulu dech…kalo ada yang mau ditanyakan silahkan kirim e-mai, command, n post langsung ke blog , Okey….
Akhir tulisan ini aq ucapin yhanks
banget yach….!!!!
Byee…..bye…
I love…..all my friends……
created by : Gina Harum
Wassalammualaikum wr..wb..
Baca Selengkapnya..... - My Biografi

my hardest year

4 komentar

Umurku yang barusan 16 ini udah jalan hampir 4 bulan, dan sebulan terakhir mulai memperlihatkan dirinya yang ternyata tidak sesuai dengan keinginan.

Kejadian-kejadian buruk datang tiap minggu silih berganti. Nilaiku yang buruk, dan niatku untuk memperbaiki sistem belajarku memang sebuah resolusi yang baik.

Namun banyak hal lebih buruk dari itu yang datang.Sebelum berulang tahun, aku masuk rumah sakit karena maag kambuh. Dan itu kontak pertamaku dengan kantong infus. Saat berulang tahun, aku sudah mulai sakit, aku mengira itu hanya demam biasa, dan selama lebih dari seminggu, kondisiku tidak bagus. Hal ini tentu berpengaruh pada nilai-nilai tugas-tugasku.

Seminggu kemudian, setelah aku sembuh dan semangat lagi, mama menelpon dan bilang bahwa, “maaf gin mama gak bisa temani, waktu sakit”. Kata2 yg gak asing ditelingaku.

Seminggu kemudian, tepatnya minggu lalu. Papa rencananya akan ke malang, karena aku masih sekolah jadi aku d tinggal sendirian di semarang. Mbahuti, nenekku dari papaku, masuk rumah sakit

mbahuti adalah nenek yang merawatku sejak aku dilahirkan, hingga sekarang, beliau ikut keluargaku pindah kemana-mana selama setahun, dan kembali lagi ke jawa setahun, dan begitu berulang-ulang. dulu aku selalu membuat mbahuti kesal, sering membuat masalah. dan sekarang, saat aku sudah lebih mengerti tentang kebaikan, aku menyesal, dan berusaha menjadi cucu terbaiknya. sampai hari ini, aku bolos sekolah. Hanya untuk temani mbahuti di rumah sakit karena bagaimanapun, lebih penting keluargaku.

semoga aku dapat melewati tahun ini dengan baik.


Baca Selengkapnya..... - my hardest year

Bagi teman2 yang ingin saling tukar link

Halaman ini saya buat khusus untuk teman2 yang ingin tukar link dengan saya setelah mengisi form diatas silahkan link balik dengan cara copy code dibawah ini kemudian masukan/simpan di blog anda
<a href="http://gina-harum.blogspot.com/"><img border="0" width="200" src="http://img187.imageshack.us/img187/2312/qqqqqny3.gif" height="50"/></a>

Followers

My Blog List

Join 4Shared Now!
Free Sparkle Pink MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com



Musik Code
 

*♥‹‹‹‹‹‹HARUM››››››♥*. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com