GITA GUTAWA - Self Titled

0 komentar
Baca Selengkapnya..... - GITA GUTAWA - Self Titled

Bahaya Lisan

0 komentar
  • Dusta (bohong)
Dusta adalah termasuk bahaya yang timbulnya dari lisan. Berdusta merupakan suatu perbuatan dosa besar, karena dapat mersak pribadi dan tatanan masyarakat

  • Su'udhon(buruk sangka)
Su'udhon stau buruk sangka merupakan suatu perbuatan yang timbulnya dari lisan. Tidak akan pernah ada buruk sangka terhadap seseorang, jika lisan tidak berbicara. Buruk sangka terhadap siapapun sangat dicela oleh Islam, baik buruk sangka terhadap Allah maupun buruk sangka terhadap sesama manusia. Hal ini sebagaimana Firman Allah Swt."hai orang-orang yang berimam, jauhilah kebanyakan dari buruk sangka, sesungguhnya sebagian buruk sangka itu adalah dosa dan janganlah kamu cari-cari kesalahan orang lain"(QS. Al-hujarat:12).
  • Ghibah(menggunjing)
Ghibah atau menggunjing artinya membicarakan kejelekan orang lain dibelakang orang lain. kejelekan orang lain dibelakang orangnya. Kejelekan orang yang dibicarakan itu, baik tentang keadaan dirinya sendiri atau keluarganya, badannya, atau akhlaknya(budi pekertinya). Menggunjing atau ghibah adalah sangat dilarang dalam Islam, karena perbuatan tersebut berarti telah merusak citra kehormatan seseorang. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt: " Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lag Maha Penyayang"(QS. Al-hujarat:12)
Demikian juga Rasulullah Saw bersabda:" hai golongan orang-orang yang beriman hanya dengan lisannya, tetapi belum lagi beriman dengan hatinya. Janganlah kamu semua mengunjing orang-orang Islam dan jangan pula meneliti cela-cela meraka. Sebab barang siapa yang meneliti cela saudaranya, maka Allah akan meneliti celanya dan barangsiapa yang diteliti celanya olah Allah, maka Allah akan menampakkan sekalipun ia berada didalam rumahnya"(HR. Ibnu Abid Dunya dan Abu Daud).
  • Namimah(mengadu domba)
Namimah atau mengadu domba adalah mengadu perkataan kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba antara keduanya. perkataan yang diadukan bukanlah sembarangan perkataan, tetapi mengandung rahasia orang lain yang apabila disiarkan kepada orang lain, maka ia tidak akan suka dan akan marah.
Oleh karena itu berhati-hatlah dalam menjaga lisan, sebab dari lisan manusia dapat berbuat namimah(mengadu domba) dan memporak-porandakan ketenteraman umat manusia. Sebab itu jauhilah adu domba, karena Islam diturunkan bertujuan untuk menguatkan kasih sayang diantara manusia dan menghilangkan sebab-sebab perpecahan dan kebencian di antara mereka.
  • Banyak bicara
Banyak bicara adalah perkataan yang berlebihan, seperti turut campur pada suatu perkataan yang tidak penting. Sebab perkataan yang penting dan bermutu hanya dapat dicapai dengan ucapan yang singkat, pendek, padat dan mudah dipahami.
Rasulullah Saw bersabda:"Berbahagialah seseorang yang menahan kelebihan dari lidahnya dan membelanjakan apa-apa yang kelebihan hartanya"9hr.IMAM baihaqi).
Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kita sebagai umat beriman perlu menjaga lisan kita masing-masing. Karena akibat dari bahaya lisan yang tidak terkontrol seperti berdusta, su'udhon, ghibah, namimah, dan banyak berbicara akan menyebabkan retaknya hubungan, baik antara kita dengan teman, antara golongan satu dengan lainnya, maupun antara suatu negara dengan negara lainnya, sebagaimana banyak terjadi akhir-akhir ini. Semoga kita terhindar dari bahaya-bahaya lisan tersebut dan tetap dalam lindungan Allah Swt. Amien Allahumma amin.


Baca Selengkapnya..... - Bahaya Lisan

TANDA-TANDA KAMU JATUH CINTA..

0 komentar
Ada beberapa tanda-tanda umum kalo kamu sedang jatuh cinta. nih menurut pengalamanku kalo sedang jatuh cinta dan jawabannya adalah :

  1. Kamu meliat ada sesuatu yang berbeda dalam diri dia yang menarik untuk ditelusuri
  2. Merasa ada sesuatu yang menggelitik dari dalam diri kita
  3. Suka senyum-senyum atau ketawa-ketawa sendiri nggak jelas
  4. Suka curi-curi pandang kearah target
  5. Kalo dia lagi ngeliat kearah kita, jantung rasanya kayak mau copot
  6. Salah tingkah didepan dia
  7. nggak sadar suka mempermalukan diri sendiri
  8. berkeliaran didekat dia terusss
  9. Suka ngelamun
  10. Mengkhayal yang indah-indah tentang kamu dan dia
  11. Nggak nafsu makan
  12. mendadak jadi insomnia
  13. Isi diarymu seputar dia,, dia, dia, diaaaaa teruss
  14. sering dengerin lagu-lagu romantis(love)
  15. Berusaha tampil keren terus di depan dia
  16. seneng banget ramalan bintang
  17. Bentar-bentar ngaca
  18. Nyari tahu segalanya tentang dia termasuk No Hp nyokapnya
  19. Deketin sobatnya, buka akses langsung kedia
  20. Diam2 motret dia pake Hp terus kamu jadiin wallpaper
  21. Hobi nulis2 namanya di setiap lahan kosong yang bisa kamu coretin
  22. pelototin foto dia teruss
  23. jadi ja'im berat kalo di deket dia
  24. Kalo Dia negur, rasanya kayak kesetrum
  25. selalu pakai parfum
  26. nyimpenin SMS dari dia
  27. Setia nunggu dia nelpon meskipun dia nggak janji mau nelpon
  28. Sok jual mahal kalo dideketin, tapi kalo dia nggak ada kelabakan sendiri
  29. Meng-iya kan apapun maunya dia biarpun kamunya nggak suka
  30. Rela nyisihin uang jajan untuk beli hadiah ulangtahun dia
  31. nyari kertu valentine paling romantis buat dia
  32. selalu memuji segala hal tentang dia
  33. pura-pura minjem buka padahal kita nggak perlu buku itu
  34. rajin sms-in dia
  35. Beli buku psikologi tentang cinta dan dipraktekin satu2
  36. satu senyuman dari dia bikin kamu mengira-ngira seribu maknanya
  37. minjemin CD terbaru supaya kamu ada alasan buat ke rumah dia ngambil CD
  38. Pas ketemu mata sama dia muka serasa jadi kayak kepiting rebus
  39. Benar2 sedih kalo dia lagi nggak ada
  40. Saat baca artikel ini, kamu jadi teringat pada seseorang. Pertanda kamu benar-benar lagi jatuh cinta
Baca Selengkapnya..... - TANDA-TANDA KAMU JATUH CINTA..

Pacaran Agar Direstui Orang Tua

0 komentar
Terkadang dalam berpacaran, ada kendala bahwa orang tua tidak merestui dengan pilihan kita. ini dapat dimaklumi karena sebagai orang tua, rasa khawatir dan was-was akanterus menghantui mereka. Untuk itu, kita sebagai yang menjalaninya perlu intropeksi terlebih dahulu. apakah kekhawatiran mereka adalah tepat atau kekhawatiran yang berlebihan.
Kalau kamu telah yakin bahwa cowok pilihan kamu tersebut sudah tepat, atau kamu sendiri bisa menjaga diri dan juga menjaga nama orang tua, berikut ini ada beberapa tips yang patut kamu coba agar dapat direstui orang tua
  1. Jangan pernah langsung bilang ke orang tua kalau kita pacaran. Bilang saja bahwa cowok tersebut adalah teman. Soalnya kalau kita bilang langsung, pasti orangtua akan melarang. kita akan disuruh fokus sekolah ketimbang menjalin hubungan dengan lawan jenis.
  2. Ketika kamu datang ke rumah pacar, selalu ingat pepatah "datang tampak muka, pergi tampak punggung" itu artinya kita harus selalu ingat untuk mengucapkan salam ketika datang dan berpamitan kepada orang tua pacar. biar bagaimanapun, mereka adalah yang punya rumah
  3. Usahakan untuk jangan terlalu sering datang ke rumah pacarmu dulu. terutama buat cewek, kata orang sunda,"eta teh pamali". Biarkan waktu berjalan dulu. Pasalnya kalau kamu terlalu sering datang, bisa-bisa mereka mengira kamu nggak punya rumah(hehehe bercanda)
  4. Pacaran sama seseorang bukan berarti didunia cuma ada kalian berdua. Jangan lupa, pasangan kamu itu punya lingkungan. jangan pernah sungkan untuk berinteraksi dengan orang di lingkungan pacar kamu. terutama orang tuanya. Tapi jangan terlalu membanggakan diri alias sombong didepan mereka.
Nah, itu tips dari harum buat kalian. semoga bisa berguna buat kamu, agar hubungan kamu dan pasangan kamu mendapat restu dari orang tua. Selamat mencoba ya,,,,,!!!!!!!!!


Baca Selengkapnya..... - Pacaran Agar Direstui Orang Tua

Arti Sebuah Mimpi

1 komentar
Banyak sekali yang telah kualami beberapa minggu terakhir ini, masih dengan kesibukan sekolah yang segunung, membuat jari-jari ini seakan mati rasa, pikiran buntu, kepala cekot-cekot, badan pegel-pegel, hingga tak sempat rasanya hanya untuk sekedar menuliskannya lewat kata-kata. Seminggu cukup membuat tingkat stress
Alih-alih bisa tidur nyenyak, akhir-akhir ini malah insomnia y
ang melanda, gulang-guling kesana kemari tanpa bisa masuk ke alam mimpi yang nyaman. Sekalinya mimpi, mimpinya ketemu ma mbahuti(almarhum)...nenek yang menyayangi aku,...dan ni berturut2 sampai 3 kali
Temen-temen deket yang saya tanya, jawabannya macem-macem. Ada yang bilang, ”Itu cuma bunga tidur Rum, santai aja, nggak bakalan ada apa-apa”. Temen deket yang lain bilang, ”Hmm... gini aja, nanti kalo pas pulang sekolah, nyekar aja yah, biar tenang”. Trus ada juga yang bilang, ”Tenang Rum, itu artinya lo bakal dapet banyak rejeki”. Wuah, tambah banyak pendapat tambah bikin bingung deh, huffff……

Ngga terasa bel pulang sekolah telah berbunyi,.. karena masih kepikiran tentang mimpi aku, aku putuskan tuk jalan2 kesimpang lima entah kenapa kaki ni menuju toko buku Gramedia, dan ngga di sangka lagi..buku yang aku cari tentang arti sebuah mimpi..Udah gila ni otak percaya dengan hal gituan, tapi tetep aja buku arti mimpi aku beli, untuk memuaskan rasa penasaran. So, begitu saya buka, begini kata buku itu :
-- Jika bermimpi tentang keluarga yang sudah meninggal, secara tidak sadar Anda sedang merindukan mereka --
Tak terasa kumandang adzan magrib di sore ini telah terdengar, segera kubasuh wajah ini untuk segera menghadap-Nya. Yang kutahu hanya satu, hanya kepada-Nya lah semua masalah ini bisa teratasi. Duh Gusti, maafkan segala dosa hambamu ini….
Selesai sholat magrib dan berlanjut isya’, kusempatkan kaki ini untuk melangkah menuju meja makan untuk hanya sekedar pengganjal perut. Selesai makan malam....aku kembali ke kamarku dan ngga lupa membawa segelas es teh manis kesukaanku.
Laptop yang sejak tadi lom aku sentuh...aku nyalakan....dan aku tenggelam dalam dunia mayaku..

Buku itu akhirnya, saya bawa ke Sekolah. Temen yang liat dan kebetulan mereka semua termasuk makhluk yang saya tanya tentang arti mimpi saya berkomentar, ”Gila lo Rum, sampe beli buku erti sebuah mimpi segala. Segitu penasarannya ya??”.
(dalam hati saya bilang, he he ... emang aneh sih lihat saya beli buku yang ngga penting itu, tapi asli, saya penasaran berat. Nah, akan tambah aneh lagi kalo saya ke dukun kan? He he he.....)



Baca Selengkapnya..... - Arti Sebuah Mimpi

Ketika Datang Panggilan Shalat Jama’ah

2 komentar
Ketika Datang Panggilan Shalat Jama’ah

Alhamdullillahillad zi hamdan katsiron thoyyiban mubaarokan fiih kamaa yuhibbu Robbunaa wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.


Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai berbagai adab menuju masjid ketika menghadiri shalat jama’ah dan amalan apa saja yang dilakukan sebelum shalat. Semoga bermanfaat.

Tinggalkanlah Berbagai Aktivitas Ketika Datang Panggilan Shalat

Dari Al Aswad, dia berkata bahwa dia menanyakan pada ‘Aisyah radhiyallahu anha mengenai apa saja yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya?
‘Aisyah radhiyallahu anha menjawab,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya, ketika ada panggilan shalat jama’ah, beliau bergegas pergi menunaikan shalat.” (HR. Bukhari)

Itulah yang semestinya dilakukan ketika seseorang mendengar adzan, bukan malah meneruskan aktivitas hingga iqomah, baru bergegas ke masjid.

Bergegaslah Mendatangi Masjid dan Berusaha Untuk Datang Lebih Awal

Kenapa demikian? Yaitu agar seseorang memperoleh shaf pertama dan agar mendapatkan pahala karena menunggu shalat.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Seandainya setiap orang tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah shaf pertama, sedangkan yang paling jelek bagi laki-laki adalah shaf terakhir. Sebaik-baik shaf bagi wanita adalah shaf terakhir, sedangkan yang paling jelek bagi wanita adalah shaf pertama.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seseorang memasuki masjid, dia berarti dalam keadaan shalat selama dia menunggu shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Usahakan Berwudhu (Bersuci) di Rumah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian dia berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan, maka satu langkah kakinya akan menghapuskan kesalahan dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajat.” (HR. Muslim)

Menuju Masjid dengan Berjalan Kaki

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 2382)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap langkah menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)


Apakah Perlu Memperpendek Langkah Kaki?
Ada sebagian ulama yang menganjurkan bahwa setiap orang yang hendak ke masjid hendaknya memperpendek langkah kakinya. Akan tetapi, ini adalah anjuran yang bukan pada tempatnya dan tidak ada dalilnya sama sekali. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits hanya mengatakan ‘setiap langkah kaki menuju shalat’ dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan ‘hendaklah setiap orang memperpendek langkahnya.’ Seandainya perbuatan ini adalah perkara yang disyari’atkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menganjurkannya kepada kita. Yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah bukan memanjangkan atau memendekkan langkah, namun yang dimaksudkan adalah berjalan seperti kebiasaannya. (Lihat Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin pada penjelasan hadits no. 26)

Haruslah Tenang, Tidak Perlu Tergesa-gesa Menuju Masjid

Abu Qotadah radhiyallahu anhu mengatakan,
“Tatkala kami menunaikan shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu terdengar suara beberapa orang yang tergesa-gesa. Kemudian setelah selesai shalat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “ Ada apa dengan kalian tadi?” Orang-orang yang tadi tergesa-gesa pun menjawab, “Kami tadi tergesa-gesa untuk shalat.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Janganlah kalian lakukan seperti itu. Jika kalian mendatangi shalat, bersikap tenanglah. Jika kalian mendapati imam shalat, maka ikutilah. Sedangkan apa yang luput dari kalian, sempurnakanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika kalian mendengar adzan, berjalanlah menuju shalat, bersikap tenang dan khusyu’lah, janganlah tergesa-gesa. Jika kalian mendapati imam shalat, maka shalatlah. Sedangkan apa yang luput dari kalian, sempurnakanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacalah Dzikir Ketika Berjalan Ke Masjid dan Ketika Masuk Masjid

Ketika keluar rumah, hendaklah setiap muslim membaca do’a: Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya).

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seseorang keluar dari rumah, lalu dia mengucapkan “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan, dijaga, dan setan pun akan menyingkir darinya”. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kemudian ketika perjalanan menuju masjid, hendaklah membaca do’a:
“Allahummaj’al fii qolbiy nuuron wa fii lisaaniy nuuron waj’al fi sam’iy nuuron waj’al fii bashoriy nuuron waj’al min kholfiy nuuron wa min amamaamiy nuuron, waj’al min fawqiy nuuron wa min tahtii nuuron. Allahumma a’thiniy nuuron. [Ya Allah, berikanlah cahaya di hatiku, pendengaranku, penglihatanku, di belakangku, di hadapanku, di atasku dan di bawahku. Ya Allah berikanlah aku cahaya]” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika masuk masjid, ucapkanlah do’a: Allahummaftah lii abwaaba rohmatik (Ya Allah, bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu).
Dari Abu Usaid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, ucapkanlah: Allahummaftah lii abwaaba rohmatik (Ya Allah, bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu). Dan jika keluar dari masjid, ucapkanlah: Allahummaftah lii abwaaba min fadhlik (Ya Allah, bukakanlah padaku pintu kemuliaan-Mu) .” (HR. Muslim)


Janganlah Menyela-nyela Jari-Jemari

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu di rumahnya, kemudian mendatangi masjid, maka dia sudah teranggap berada dalam shalat sampai dia kembali. Oleh karena itu janganlah lakukan seperti ini: Menyela-nyela jari-jemari.” (HR. Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kerjakanlah Shalat Tahiyyatul Masjid, Jangan Langsung Duduk

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, maka janganlah dia duduk sampai dia mengerjakan shalat sunnah dua raka’at (shalat sunnah tahiyatul masjid).” (HR. Bukhari)

Janganlah Mengerjakan Shalat Sunnah Ketika Iqomah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila dikumandangkan iqomah, maka tidak ada shalat lagi selain shalat wajib.” (HR. Muslim)

Jangan Keluar dari Masjid Setelah Adzan

Abdurrahman bin Harmalah mengatakan, ”Seorang laki-laki datang menemui Sa’id bin Al Musayyib untuk menitipkan sesuatu karena mau berangkat haji dan umroh. Lalu Sa’id mengatakan kepadanya, ”Janganlah pergi, hendaklah kamu shalat terlebih dahulu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah keluar dari masjid setelah adzan kecuali orang munafik atau orang yang ada keperluan dan ingin kembali lagi ke masjid.”


Lalu orang ini mengatakan,”(Tetapi) teman-temanku sedang menunggu di Al Harroh.” Lalu dia keluar (dari masjid). Belum lagi Sa’id menyayangkan kepergiannya, tiba-tiba dikabarkan orang ini telah jatuh dari kendaraanya sehingga pahanya patah.”
Hadits ini terdapat dalam Sunan Ad Darimi pada Bab ‘Disegerakannya hukuman di dunia bagi orang yang meremehkan perkataan Nabi dan tidak mengagungkannya’.

Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

Jangan Berdiri Ketika Iqomah Sampai Imam Berdiri

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika iqomah sudah dikumandangkan, maka janganlah kalian berdiri sampai kalian melihatku berdiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillahilladz i bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Alhamdullillahillad zi hamdan katsiron thoyyiban mubaarokan fiih kamaa yuhibbu Robbunaa wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.


Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai berbagai adab menuju masjid ketika menghadiri shalat jama’ah dan amalan apa saja yang dilakukan sebelum shalat. Semoga bermanfaat.

Tinggalkanlah Berbagai Aktivitas Ketika Datang Panggilan Shalat

Dari Al Aswad, dia berkata bahwa dia menanyakan pada ‘Aisyah radhiyallahu anha mengenai apa saja yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya?
‘Aisyah radhiyallahu anha menjawab,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya, ketika ada panggilan shalat jama’ah, beliau bergegas pergi menunaikan shalat.” (HR. Bukhari)

Itulah yang semestinya dilakukan ketika seseorang mendengar adzan, bukan malah meneruskan aktivitas hingga iqomah, baru bergegas ke masjid.

Bergegaslah Mendatangi Masjid dan Berusaha Untuk Datang Lebih Awal

Kenapa demikian? Yaitu agar seseorang memperoleh shaf pertama dan agar mendapatkan pahala karena menunggu shalat.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Seandainya setiap orang tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah shaf pertama, sedangkan yang paling jelek bagi laki-laki adalah shaf terakhir. Sebaik-baik shaf bagi wanita adalah shaf terakhir, sedangkan yang paling jelek bagi wanita adalah shaf pertama.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seseorang memasuki masjid, dia berarti dalam keadaan shalat selama dia menunggu shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Usahakan Berwudhu (Bersuci) di Rumah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian dia berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan, maka satu langkah kakinya akan menghapuskan kesalahan dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajat.” (HR. Muslim)

Menuju Masjid dengan Berjalan Kaki

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 2382)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap langkah menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)

Apakah Perlu Memperpendek Langkah Kaki?
Ada sebagian ulama yang menganjurkan bahwa setiap orang yang hendak ke masjid hendaknya memperpendek langkah kakinya. Akan tetapi, ini adalah anjuran yang bukan pada tempatnya dan tidak ada dalilnya sama sekali. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits hanya mengatakan ‘setiap langkah kaki menuju shalat’ dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan ‘hendaklah setiap orang memperpendek langkahnya.’ Seandainya perbuatan ini adalah perkara yang disyari’atkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menganjurkannya kepada kita. Yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah bukan memanjangkan atau memendekkan langkah, namun yang dimaksudkan adalah berjalan seperti kebiasaannya. (Lihat Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin pada penjelasan hadits no. 26)

Haruslah Tenang, Tidak Perlu Tergesa-gesa Menuju Masjid

Abu Qotadah radhiyallahu anhu mengatakan,
“Tatkala kami menunaikan shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu terdengar suara beberapa orang yang tergesa-gesa. Kemudian setelah selesai shalat beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “ Ada apa dengan kalian tadi?” Orang-orang yang tadi tergesa-gesa pun menjawab, “Kami tadi tergesa-gesa untuk shalat.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Janganlah kalian lakukan seperti itu. Jika kalian mendatangi shalat, bersikap tenanglah. Jika kalian mendapati imam shalat, maka ikutilah. Sedangkan apa yang luput dari kalian, sempurnakanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika kalian mendengar adzan, berjalanlah menuju shalat, bersikap tenang dan khusyu’lah, janganlah tergesa-gesa. Jika kalian mendapati imam shalat, maka shalatlah. Sedangkan apa yang luput dari kalian, sempurnakanlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacalah Dzikir Ketika Berjalan Ke Masjid dan Ketika Masuk Masjid

Ketika keluar rumah, hendaklah setiap muslim membaca do’a: Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya).

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seseorang keluar dari rumah, lalu dia mengucapkan “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah, laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya), maka dikatakan ketika itu: “Engkau akan diberi petunjuk, dicukupkan, dijaga, dan setan pun akan menyingkir darinya”. Setan yang lain akan mengatakan: “Bagaimana mungkin engkau bisa mengganggu seseorang yang telah mendapatkan petunjuk, kecukupan dan penjagaan?!” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kemudian ketika perjalanan menuju masjid, hendaklah membaca do’a:
“Allahummaj’al fii qolbiy nuuron wa fii lisaaniy nuuron waj’al fi sam’iy nuuron waj’al fii bashoriy nuuron waj’al min kholfiy nuuron wa min amamaamiy nuuron, waj’al min fawqiy nuuron wa min tahtii nuuron. Allahumma a’thiniy nuuron. [Ya Allah, berikanlah cahaya di hatiku, pendengaranku, penglihatanku, di belakangku, di hadapanku, di atasku dan di bawahku. Ya Allah berikanlah aku cahaya]” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika masuk masjid, ucapkanlah do’a: Allahummaftah lii abwaaba rohmatik (Ya Allah, bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu).
Dari Abu Usaid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, ucapkanlah: Allahummaftah lii abwaaba rohmatik (Ya Allah, bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu). Dan jika keluar dari masjid, ucapkanlah: Allahummaftah lii abwaaba min fadhlik (Ya Allah, bukakanlah padaku pintu kemuliaan-Mu) .” (HR. Muslim)

Janganlah Menyela-nyela Jari-Jemari

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu di rumahnya, kemudian mendatangi masjid, maka dia sudah teranggap berada dalam shalat sampai dia kembali. Oleh karena itu janganlah lakukan seperti ini: Menyela-nyela jari-jemari.” (HR. Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kerjakanlah Shalat Tahiyyatul Masjid, Jangan Langsung Duduk

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, maka janganlah dia duduk sampai dia mengerjakan shalat sunnah dua raka’at (shalat sunnah tahiyatul masjid).” (HR. Bukhari)

Janganlah Mengerjakan Shalat Sunnah Ketika Iqomah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila dikumandangkan iqomah, maka tidak ada shalat lagi selain shalat wajib.” (HR. Muslim)

Jangan Keluar dari Masjid Setelah Adzan

Abdurrahman bin Harmalah mengatakan, ”Seorang laki-laki datang menemui Sa’id bin Al Musayyib untuk menitipkan sesuatu karena mau berangkat haji dan umroh. Lalu Sa’id mengatakan kepadanya, ”Janganlah pergi, hendaklah kamu shalat terlebih dahulu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidaklah keluar dari masjid setelah adzan kecuali orang munafik atau orang yang ada keperluan dan ingin kembali lagi ke masjid.”

Lalu orang ini mengatakan,”(Tetapi) teman-temanku sedang menunggu di Al Harroh.” Lalu dia keluar (dari masjid). Belum lagi Sa’id menyayangkan kepergiannya, tiba-tiba dikabarkan orang ini telah jatuh dari kendaraanya sehingga pahanya patah.”
Hadits ini terdapat dalam Sunan Ad Darimi pada Bab ‘Disegerakannya hukuman di dunia bagi orang yang meremehkan perkataan Nabi dan tidak mengagungkannya’.
Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

Jangan Berdiri Ketika Iqomah Sampai Imam Berdiri

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika iqomah sudah dikumandangkan, maka janganlah kalian berdiri sampai kalian melihatku berdiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Alhamdulillahilladz i bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Baca Selengkapnya..... - Ketika Datang Panggilan Shalat Jama’ah

Bagi teman2 yang ingin saling tukar link

Halaman ini saya buat khusus untuk teman2 yang ingin tukar link dengan saya setelah mengisi form diatas silahkan link balik dengan cara copy code dibawah ini kemudian masukan/simpan di blog anda
<a href="http://gina-harum.blogspot.com/"><img border="0" width="200" src="http://img187.imageshack.us/img187/2312/qqqqqny3.gif" height="50"/></a>

Followers

My Blog List

Join 4Shared Now!
Free Sparkle Pink MySpace Cursors at www.totallyfreecursors.com



Musik Code
 

*♥‹‹‹‹‹‹HARUM››››››♥*. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com